Sistem Informasi Geografi (SIG)

1. Pembuatan Peta Menggunakan MAP INFO
a. Range
Perbedaan warna untuk tiap kategori, dimana semakin tua suatu warna, maka semakin banyak jumlah penduduk wilayah tersebut.
Memakai warna (range) kita dapat menganalisis persebaran dan jumlah penduduk berdasarkan warna yang beragam.

b. Bar Chart

žPenggunaan bar chart ; kita dapat menggunakan diagram batang sesuai dengan bobot atau jumlah penduduk. Dimana setiap bar chart memiliki panjang dan lebar yang berbeda-beda untuk setiap kategori (jumlah). Semakin tinggi suatu bar chart, maka semakin banyak jumlah penduduk yang ada di kabupaten tersebut.

Gaya Pasang Surut

Gaya Pasang Surut
Teori ini mengesankan adanya gaya gravitasi antara bumi dan bulan. Gaya pasang surut bulan di permukaan bumi adalah gaya perbedaan selisih gaya gravitasi di tempat itu dengan di pusat bumi dan gravitasi bulan dengan gaya partikel yang diletakkan di permukaan bumi. Terdapat berbagai jenis definisi tentang pasang surut, yang kesemuanya menjelaskan peristiwa naik dan turunnya suatu massa. Hal ini diawali dengan formasi bumi dengan bulan dikaji menggunakan kosmogoni.

Gaya gravitasi bulan terasa berbeda di A dan di C. Yang lebih kuat adalah di A, karena lebih dekat ke bulan.
FA=(G Mbulan.Mkelereng)/((d-Rbumi))
Keterangan :
FA : Gaya Gravitasi kelereng A
d : diameter bumi
G : Gaya gravitasi
Rumus gaya gravitasi :

FA=(G m1.m2)/d^2
Keterangan :
m1 : massa kelereng A
m2 : massa kelereng B
G : 6,67 x 〖〖10〗^-〗^11Nm2⁄〖kg〗^2
Gaya gravitasi Bulan pada kelereng :
(G Mbulan.Mkelereng)/d^2
Selisihnya yaitu FA-FC disebut gaya pasang surut FPSA

FPSA = FA-FC = GMbulan.Mkelereng (1/((d-〖Rbumi)〗^2 )-1/d^2 )
GMbulan.Mkelereng (1/(d^2 (1-Rbumi/d )^2 )-1/d^2 )

FPSA = (GMbulan.Mkelereng)/d^2 ((1-Rbumi/d )^2-1)

= (GMbulan.Mkelereng)/d^2 (C1+2-Rbumi/d )^ -1)

FPSA = (GMbulan.Mkelereng.Rbumi)/d^3

F〖PS〗_1B = (-2GM.mR)/d^3
FPS,D,E = ±GMmR/d^3
FPS = 2GMmR/d^3

Kosmogoni (Cosmogony) merupakan ilmu yang mempelajari tentang alam semesta. Orbit planet hampir sebidang dan paralel pada equator matahari. Semua orbit planet yang ada di matahari memiliki arah putaran yang sama yaitu berlawanan arah jarum jam, sementara hanya Planet Venus, Uranus dan Pluto yang berotasi searah dengan arah jarum jam.

Massa = 99,85% Momentum Sudut (L)

Massa Bumi = 0,15%

Proses pembentukan tata surya menurut teori pasang surut antara matahari dengan bumi. Keduanya memiliki kadar daya gravitasi yang berbeda. Massa matahari lebih besar daripada massa bumi. Namun ketika terjadi gaya pasang surut antara bumi dengan matahari, maka akan terbentuk momentum sudut. Besarnya massa tidak menjadi patokan utama besarnya momentum sudut. Yang paling berpengaruh adalah kecepatan rotasi dari benda tersebut. Jadi walaupun matahari memiliki massa yang besar, namun karena kecepatannya tidak lebih besar dibandingkan kecepatan bumi, maka momentum sudut matahari lebih kecil daripada bumi.
Pada umumnya, struktur planet sama seperti tata surya. Tata surya memiliki beberapa fitur yang sangat berbeda harus dijelaskan dengan kosmogoni serius
teori. Berikut merupakan penjelasan benda-benda angkasa :
orbit planet hampir coplanar dan juga paralel ekuator matahari;
Orbit hampir melingkar;
Orbit planet Matahari berlawanan, yang juga arah rotasi matahari;
Planet juga berputar di sekitar sumbu mereka, namun terkecuali untuk planet berbanding terbalik dengan palnet Venus, Uranus dan Pluto;
Jarak planet sekitar mematuhi empiris Titius-Bode hukum, i. e.
Jarak antara matahari dengan planet-planet dapat dihitung dengan menggunakan rumus Hukum Bode :

rn = 0,4 + 0,3 x 2^r
rbumi = 0,4 + 0,3 x2
= 0,4 +0,6
= 1 AU

dimana sumbu semimajor yang dinyatakan dalam AU;
Planet memiliki 98% dari momentum sudut dari system tata surya tetapi hanya 0,15% dari massa total;
Planet terestrial dan raksasa menunjukkan fisik dan perbedaan kimia;
Struktur sistem satelit planet mirip miniatur sistem matahari.

Pasang Surut Bintang
Bintang 1 Bintang 2

Pasang surut bintang terjadi ketika bintang mendekati bintang besar (matahari) dalam jarak pendek, terjadi pasang surut pada matahari. Hal ini tergantung dari massa bintang tersebut. Ketika bintang 2 bermassa M mendekati bintang1, maka partikel-partikel di permukaan bintang 1 akan tertarik lebih kuat daripada partikel di pusat bintang . selisih gaya tarik gravitasi tersebut disebut gaya pasang surut.
Apabila gaya gravitasi bintang 1 terhadap partikel di permukaannya lebih kecil daripada gaya pasang surut tersebut, maka partikel di Bintang 1 (permukaan) akan terlempar yang akan membentuk planet. Hal yang mirip terjadi pada bintang 2.
Berapa jarak minimum agar partikel terlempar dari bintang?
R = ∛(〖16r〗^3M/m)

M = Massa B2
m = massa partikel yang tertarik
r = jari-jari B1

SEGITIGA BERMUDA

Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.

Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa.

Sejarah awal

Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.

Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m, di ujung piramid tersebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.

Penjelasan beberapa sumber

Berikut adalah penjelasan dari beberapa narasumber yang menyatakan keanehan Segitiga Bermuda bahwa di sana terdapat gas methan, dianggap kapal yang hilang di sana telah melampaui batas kargo, Pangkalan UFO, tempat berkumpulnya para setan golongan Jin (Istana Setan) dan ada yang mengatakan bahwa di sanalah terletak telaga “Air Kehidupan” yang sanggup membuat awet muda dan panjang umur.

Muatan berlebihan (melebihi muatan yang ditentukan)

Peta tempat-tempat yang mengandung gas methana

Perusahaan asuransi laut Lloyd’s of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.

Gas Methana dan pusaran air

Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas metana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

gas methana

Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Didaerah segitiga maut Bermuda, tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat “tambang metana”. tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yg tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba2 kalau dasar laut retak. Lolosnya tdk kepalang tangung. Dengan kekuatan yg luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawaan metanahidrat.

Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat sebagai “air bercahaya putih”. Blow out serupa yg pernah terjadi dilaut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban. Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yg semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi didasar laut, menimbun mereka semua.

http://weniayusunita.wordpress.com/wp-admin/upload.php

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Segitiga_Bermuda

Kandungan Gas Methana

Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanyagas metana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya Baca lebih lanjut